Thursday, February 10, 2011

Another sharing about life... :)

Assalamu'alaikum Wr Wb
Dua hari yang lalu, saya diundang ke pertemuan rutin Agen Manager Dannis Collections. Kebetulan saya dan kakak saya merupakan salah satunya. Alhamdulillah, ada banyak hal positif yang didapat setelah pertemuan tersebut. Yang akan saya ceritakan di sini adalah tentang materi pengajian pada pertemuan tersebut. Memang jiwa ini perlu di recharge berulang kali agar kita bisa menyadari posisi kita di dunia, agar kita sadar kewajiban dan tujuan hidup kita. And...tears were everywhere..!! :'(

Garis bawah dari pengajian tadi : "Yang dapat menumbuhkan rasa nyaman, kebahagiaan, ketenangan, kedamaian dan kenikmatan bagi jiwa anda dalam rentang waktu yang panjang dan langgeng adalah hubungan dan ikatan anda yang kuat dan berkualitas dengan Allah SWT"

Kaya batin. That's the most important thing.

Tadi kita juga disuruh untuk menuliskan keberhasilan kita selama hidup di dunia. Di segala bidang. Hal ini dimaksudkan agar kita menyadari betapa besar nikmat dan karunia yang telah Allah SWT berikan sehingga kita dapat merasakan keberhasilan tersebut.

Salah satu keberhasilan yang saya tulis, adalah ketika saya berhasil meraih 10 besar nilai Ebtanas di SMP Negeri 2 Padang. Mungkin tidak terlalu berarti untuk sebagian orang, namun cerita di balik itulah yang sangat menyentuh dan tak pernah saya lupakan setiap detail kisahnya.

Dimulai ketika saya duduk di kelas 6 SD, saya menemani ibu saya untuk mengambil ijazah SMP kakak saya. Pada saat itu, seluruh orang tua murid dikumpulkan di lapangan dan kepala sekolah mengumumkan peringkat 10 besar nilai Ebtanas tertinggi di sekolah tersebut. Pada saat itu orangtua murid yang bersangkutan dipanggil ke depan panggung. Lalu terjadilah percakapan berikut antara saya dan ibu saya.

Mama (M) : "Tuh Ka, liat. Rasanya pasti seneng kalo orangtua dipajang didepan banyak orang kayak gitu."
Saya (S) : "Mama mau dipajang juga?"
M : "Ya mau, lah..."
S : "Nanti ya, kalo d'ika udah SMP.."


Tiga tahun berlalu dan saya yakin pada saat itu saya tidak terlalu mengingat-ingat celotehan iseng saya, seorang anak kecil berumur 11tahun. Saya tipe anak yang tidak terlalu terobsesi untuk menjadi juara, walaupun Alhamdulillah saya selalu ada di peringkat 5 besar saat di bangku sekolah. Yang saya ingat, pada saat akan ujian akhir, saya yakin semua anak pasti akan diluluskan oleh sekolah, sehingga pada saat itu saya menghadapinya dengan santai tanpa usaha yang keras. Tiba saat pengambilan ijazah, saya menunggu di rumah karena pada saat itu seluruh murid tidak diperkenankan datang ke sekolah karena dikhawatirkan akan ada aksi corat-coret baju dan konvoi di jalan. Tidak ada kekhawatiran sedikitpun, tidak ada rasa penasaran sedikitpun. Sampai ketika mobil mama berhenti di depan rumah dan saya membukakan pintu rumah, ibu saya langsung memeluk saya dan berkata : "makasih ya, tadi mama dipajang di depan sekolah..".

Setiap kali mengingat saat-saat itu saya selalu meneteskan air mata. Betapa sangat menyenangkannya melihat ibu saya bahagia. Pada saat itu saya pasti sudah lupa dengan celotehan iseng saya. Namun setelah ibu saya mengingatkan saya, saya bahagia karena saya telah melunasi janji saya padanya.

Seperti halnya postingan saya sebelumnya, ada banyak celotehan iseng saya yang menjadi kenyataan. Apabila mengingat itu, betapa saya merasa bersyukur kepada Allah atas hidup yang telah diberikanNya. Terkadang saya berpikir dan mengadu padaNya, apakah saya yang bergelimangan dosa ini masih layak memohon dan meminta? Setelah terlalu banyak nikmat dan karunia dariNya namun masih banyak dosa yang telah saya perbuat??

Wallahualam...


No comments:

Post a Comment