Friday, February 18, 2011

Vannara's story

Assalamu'alaikum wr wb

Pagi ini saya menceritakan sedikit kisah pada saat Vannara berdiri di akun twitter saya (@ikasufariyanti). Setelah itu beberapa teman membalas, meng-RT, bahkan ada beberapa yang mengirimkan pesan melalui bbm. Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menceritakan tentang awal mula saya mendirikan Vannara. Banyak teman saya yang ingin memulai bisnis bertanya kepada saya, meminta saran, dsb. Ah, rasanya saya masih terlalu pemula untuk memberikan saran. Jadilah saya hanya bisa menceritakan kisah saya, siapa tahu bisa muncul ide dari sana. Dan agar tidak terjadi keterbatasan cerita, kali ini kita menggunakan bahasa persatuan saja. Hehehe... ( padahal emang gak jago English).

Dari dulu saya senang belanja baju. Buat saya, mending makan 5000 perak asalkan saya bisa nabung untuk beli baju yang saya suka. Biasanya saya suka bereksperimen dengan berbagai macam model baju. Kesadaran saya untuk memulai menggunakan busana muslim dengan lebih sopan membuat saya jatuh cinta pada salah satu merk busana muslim berbahan kaos dengan desain simpel dan nyaman. Hidup di Sby dengan cuaca yang panas membuat saya nyaman dengan kaos. Merk X itu rata-rata memiliki panjang selutut, bahkan ada yang sebetis, dengan warna warni yang cantik. Tapiii....harga rata-ratanya 300ribu. Harga yang cukup tinggi untuk saya, apalagi untuk digunakan sehari-hari. Beberapa kali saya curhat ke ibu saya, beliau malah menantang saya untuk membuat sendiri. Merasa tertantang, saya mulai memikirkan beberapa konsep, menggambar beberapa desain. Ide itu sempat vakum beberapa bulan, sampai akhirnya saya bertemu dengan suami saya yang alhamdulillah memiliki visi misi yang sama untuk berbisnis.

Dengan modal awal 2,5juta, saya mulai dengan membeli beberapa kg kain berbagai warna. Dibantu 1 orang desainer dan 1 orang multi-function staff, saya memulai dari nol. Salah satu kamar di rumah saya jadikan gudang, kantor, tempat finishing, dll. Beberapa contoh baju kami potret seadanya, di garasi rumah, lalu kami cetak katalog beberapa eksemplar saja. Pada saat itu milad TDA akan diadakan dalam waktu dekat, sehingga persiapan kami mepet sekali. Milad TDA merupakan acara tahunan komunitas Tangan Di Atas, dimana disewakan beberapa stand untuk memperkenalkan produk-produk anggotanya. Kebetulan pada saat itu suami saya yang berangkat ke Jakarta, karena saya sedang hamil dan tidak dapat bepergian ke luar kota. Saya ingat sekali sehari sebelum keberangkatan, 4 baju contoh yang sudah saya persiapkan belum diberi label. Kebetulan pegawai saya sedang tidak masuk, alhasil saya mencari penjahit pinggir jalan untuk menjahitkan labelnya. (waktu itu saya belum lancar menjahit, kalau sekarang sih sudaahh... *pamer ;p ).

Stand alakadarnya di Milad TDA
Di milad TDA, semua baju contoh laku dibeli, walaupun baju itu sudah dijelaskan sudah pernah dipakai untuk pemotretan. Dan alhamdulillah ada yang bersedia menjadi agen Vannara. Ibu Noviyanti di Tangerang, saya tidak pernah lupa nama pelanggan pertama Vannara. Pembelian pertama 15 pcs, jadi dalam waktu 2 minggu karena baru punya 1 orang penjahit. Setelah milad TDA, banyak telepon dan sms yang menanyakan tentang Vannara. Pada saat itu mulai dari CS, marketing, tukang packing dan kurir dikerjakan langsung oleh saya. Dalam kondisi hamil pula. Hehehe.. Kebetulan suami saya masih bekerja di salah satu perusahaan shipping milik asing. Terus terang suami dan saya masih belum memiliki keberanian untuk totalitas terjun di dunia bisnis sebelum omzet kami telah mencapai target yang ditentukan. Tak jarang sepulang kantor suami begadang sampai malam untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan. Modal yang terbatas sempat membuat kami bingung karena ada banyak pesanan namun bahan baku habis dan dana tidak cukup.

Pernah suatu saat saya harus mengantar barang ke salah satu ekspedisi di daerah Surabaya lama. Sampai di tujuan, saya harus mengangkat sendiri kardus berukuran besar dari tempat parkir ke dalam kantornya. Pada saat itu saya dalam kondisi hamil 7 bulan. Para pria yang ada di sana tak satupun berniat membantu. Tukang parkir pun hanya melihat saja. Miris rasanya. Setelah semua urusan selesai, di perjalanan pulang, tak terasa air mata saya jatuh. Perut saya sedikit nyeri setelah mengangkat kardus yang lumayan berat. Saya langsung menelepon suami saya dan meminta dia resign lebih cepat dari rencana awal. Rasanya tak sanggup kalau harus menjalankan Vannara sendirian. Saya hanya bisa berdoa agar kami berdua bisa menjalankan Vannara untuk biaya hidup kami.

Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, Vannara dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Ada banyak kejadian unik, lucu, pahit, dll. Mulai dari bahan baku yang ternyata luntur karena kesalahan pabrik, yang menyebabkan kami harus menarik beberapa produk yang sudah beredar di pasaran, sampai saya pribadi yang dituduh menipu karena barang pesanan agen yang lama sampai. Semua hal itu saya jadikan hiburan, yang merupakan salah satu keseruan yang sangat saya nikmati dalam dunia ini. Ketika ada permasalahan besar, proses mendapatkan masalah, memikirkan solusinya, menemukan halangan di plan A dan akhirnya menemukan solusi yang tepat, sangat saya nikmati. Langkah demi langkah, jalan buntu yang akhirnya membuat saya harus memutar balik beberapa kali, hingga ke jalan bercabang yang membuat saya kalut karena tak tau harus memilih arah yang mana, semuanya saya lakukan dengan senang hati. Bismillah, saya yakin Allah bersama saya. Menuntun setiap langkah yang akan saya buat. Lalu untuk apa saya khawatir? Toh yang maha menguasai seluruh alam ini tak pernah sedetikpun hilang. I'm just wanna having fun in this business. Enjoying every single second. Umur kita terlalu pendek untuk diisi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, bukan??

And.....here we are.. Akhir bulan ini Vannara tepat berusia 2 tahun. Syukur kepada Allah SWT atas seluruh kemudahan yang telah Dia berikan. Vannara masih merangkak berusaha menggapai kursi untuk naik setingkat lebih tinggi. Masih banyak cadangan energi untuk membuatnya berlari, semoga Allah masih memberi kesempatan hidup lebih lama lagi agar mampu berkarya dan bermanfaat bagi banyak orang.

So, untuk semua teman-teman yang ingin memulai bisnis, JANGAN RAGU. Tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Gali potensi diri untuk menjadi lebih berkualitas dari hari ke hari. Sama-sama belajar menciptakan lapangan pekerjaan, yuk...

Sedikit promo, dalam waktu dekat Vannara akan bagi-bagi baju gratis menyambut ulang tahun ke-2. Follow @vannaraonline & @ikasufariyanti atau jadilah fans page Vannara di Facebook untuk info lebih lanjut.

P.S : I'm preparing Vannara's Denim Edition... Coming Soon..!! :)

No comments:

Post a Comment