Friday, February 4, 2011

Future??

Assalamu'alaikum Wr Wb..
Kali ini lagi gak mood enggres2an... Harap maklum, nggih... I'm not that fluent gitu... ;p
Tiba2 teringat cerita beberapa orang teman pada saat mereka diwawancarai kerja. Begitu juga cerita suami yang pernah bekerja di 2 tempat yang berbeda sebelum akhirnya kami memulai usaha kami sendiri. Satu lagi, juga cerita teman-teman yang selalu mewawancarai para karyawannya. Ada 1 pertanyaan yang hampir selalu ada di semua cerita mereka.

"Bagaimana anda melihat diri anda 5 dan 10 tahun mendatang?"

Mm.... Belum ada yang pernah menanyakan hal itu kepada saya. Saya bukan tipe orang yang bercita-cita tinggi. Dulu, pada saat saya kuliah di Teknik Kimia ITS dan menyadari bahwa saya sedang tidak berada di 'surga dunia' saya, yang saya inginkan setelah lulus adalah menjadi Customer Service sebuah bank. Alasannya? Sepertinya setiap hari bertemu dengan orang yang berbeda-beda cukup menyenangkan. Sementara rekan-rekan seangkatan sibuk membicarakan Oil Company A dan B, pabrik C dan D. Entahlah, saya nyaris tak punya tujuan hidup pada saat itu. Namun, setiap kali ada yang menanyakan target menikah saya, dengan mantap saya menjawab : 4 Juli 2008. Biasanya orang akan heran dan bertanya, "kenapa tanggal segitu?"

"Aku pengen nikah pas ultah. Dan kebetulan cuma thn 2008 yang tanggal 4 juli jatuh di hari jum'at. Aku juga udah umur 24 thn. Kayaknya pas deh."

Hehehe... Pada saat itu belum ada calon, dan tidak terpikirkan sedikitpun siapa yang akan menjadi pendamping hidup saya. Seiring berjalannya waktu, alhamdulillah Allah mendengar keinginan iseng saya. Dengan persiapan yang hanya memakan waktu 4 bulan, akad nikah saya berlangsung pada tanggal 4 Juli 2008. Persis!! That was the best birthday gift EVER!!! ( nah lo, enggres lagi..).

First mission --- Accomplished :)

Second mission (let's make it short) -- punya anak laki-laki -- Accomplished

Third mission -- the huge one : Naik Haji -- Accomplished. Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan menjadikan kami haji yang mabrur.. Amiin..

Setelah menunaikan ibadah haji, rasanya hampir tak ada keinginan lagi di dunia ini. Tak ada obsesi yang menggebu- gebu seperti saat pertama kali mendirikan Vannara. Yang ada di pikiran saya sekarang, bagaimana saya dapat melakukan hal baik sebanyak-banyaknya, beribadah semaksimal mungkin dan memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah saya perbuat. That simple. Saya ingin melihat anak-anak saya menjadi anak yang sholeh dan sholehah (fourth mission : a daughter in 2 years from now. Amiin ya Allah...). Saya ingin semua orang di sekitar saya mengingat saya sebagai orang yang bermanfaat bagi orang lain. Saya ingin ketika Allah menghentikan waktu saya untuk bernafas di dunia, semua kewajiban saya telah saya lakukan dengan baik, semua hak orang-orang yang ada di tangan saya telah saya serahkan dengan sempurna, semua keluarga yang saya cintai bisa dengan ikhlas melepas kepergian saya dan senantiasa mendoakan saya. Okay, i'm in tears now..

Terkadang terbersit bayangan akan menjadi pedagang sukses, omzet milyaran per bulan, eh...dibuat milyaran per hari aja deh.. ;p (siapa tahu dikabulkan), tapi di saat yang sama terlintas pertanyaan : "akankah saya mampu bersyukur dan senantiasa mengingatNya pada saat itu?". Allah maha mengatur, menjadi kaya raya memang menjadi keinginan saya, agar dapat berbuat banyak dengan apa yang saya punya. Namun, ukuran yang saya buat dalam cita-cita saya bukan angka. Saya lebih memilih mengukurnya dengan apa yang ada di dalam diri saya. Mengenai angka besar yang mengikutinya, biarlah itu menjadi aksesoris penyemarak hidup saja... :)

Entah bagaimana saya menyimpulkan cerita saya di atas untuk menjawab pertanyaan "Bagaimana anda melihat diri anda dalam 5 atau 10 tahun mendatang?".

Ya Allah, Ya Rahmaan.... Selama hamba masih dapat merasakan kasih sayangMu, tak terpikirkan sedikitpun untuk meminta lebih, insyaAllah hidup hamba akan senantiasa terasa cukup ya Allah....


No comments:

Post a Comment