Wednesday, May 23, 2012

Tips Umroh & Haji ala Mak-nya Azka

Assalamu'alaikum Wr Wb


Semakin banyak sarang laba-laba ya.. hehehe... Memang susah sekali memegang komitmen untuk selalu menulis untuk blog ini. Ah, sudahlah. Terlalu banyak alasan.. ;p


Syukur Alhamdulillah saya sudah diberi kesempatan untuk mengunjungi tanah suci beberapa kali untuk umrah & haji. Kalau ditanya komentar, jawabannya Nikmat Luar biasa. Sensasinya selalu berbeda dengan travelling ke negara lain (ciee...berasa udah keliling dunia aja, neng... ;p) . Saya pernah ke Singapura, China, Thailand, Mesir & Dubai. Terus terang semenarik apapun negara-negara tersebut, rasanya belum ada yang bisa membuat saya rela tersiksa duduk di pesawat berjam-jam untuk kembali ke sana berkali-kali. Ini beda, walaupun saya tahu betapa tak friendly-nya orang-orang di sana. Betapa saya harus tahan napas setiap masuk ke toilet umum disana... ( wah, ini mustinya masuk ke dalam salah satu tips.. hahahaa...). I bet, banyak orang yang ingin mengunjungi tanah suci berkali-kali. Seperti saya yang selalu teringat perjuangan sholat di Raudah dan "curhat" sambil basah air mata di sana setiap saya melihat karpet hijau di mesjid tanah air. Ah..ini aja saya udah mrebes mili... hiks... Ya Rasulullah... Shalawat untukmu ya kekasih Allah....


Okeh, kita mulai saja. Saya buat poin-poin yang selama ini menjadi concern saya, jadi mungkin ada beberapa tips yang terlewat dikarenakan memang saya tidak menganggap itu sebagai masalah besar. Hehehe...


1. Persiapan Mental
Perlu diingat bahwa kedatangan kita ke tanah suci NOT for holiday, but for pilgrimage / religious trip. So that you can't ask for a perfect one. :D Sebagus apapun travel yang anda gunakan, hal-hal yang menyebalkan tetap tidak akan dapat dihindari. Jangan menuntut lebih, terima saja. Tujuan utama adalah ritual umrah dan haji anda lancar. Ketika yang lain berjalan baik, anggap saja bonus. :)


Salah satunya, toilet umum di Mekkah, Medinah & Jeddah yang agak kurang nyaman. Baik di tempat pemberhentian, di mal, maupun di area mesjid. Hehehe... Bawa tisu kering dan basah kemanapun anda pergi. Air sih selalu ada, cuma banyaknya pengguna toilet dan minimnya cleaning service mungkin jadi salah satu penyebab toilet di sana kurang bersih. Untuk perjalanan haji, di Mina dan Arafah adalah tempat dimana mental per-toiletan kita diuji. Jumlah toilet yang sedikit membuat antrian selalu panjang. Toilet bau dan kotor sudah jadi makanan sehari-hari. Biasanya saya malah bersih-bersih toilet dulu sebelum masuk. Tissue, pembalut, ada banyaaak dan menggunung. Yah...berhubung memang tidak bisa berharap banyak, jadi ya sabar sajaaa.... :)


Oke, enough about toilet-thing.


Sekarang tentang orang-orang di sana. Perlu diingat bahwa orang ramah di sana hanya ada dua. Bell boy (mungkin karena mengharapkan tips) dan penjual di toko (tentunya karena mengharapkan pembeli). Selain itu, jangan harap. Kalaupun ada, lagi-lagi anggap saja sebagai bonus. Hehehe... Got it?


2. Bawa baju secukupnya.
Usahakan baju yang dibawa adalah baju yang mudah dicuci & diseterika. Kalaupun tidak ingin mencuci sendiri, ada banyak sekali fasilitas laundry baik di hotel maupun di sekitar hotel. Berhubung bagasi dijatah hanya 20kg untuk kelas ekonomi, maka biasanya disiasati dengan membawa baju sedikit dan mencuci di sana sehingga sisa jatah bagasi bisa dipakai untuk oleh-oleh dan belanjaan lainnya. Kalaupun overweight, minta pada travel anda untuk mengatur pengiriman cargo. Petugas cargo biasanya akan mendatangi kamar hotel anda dan bertransaksi langsung di sana. Hal ini lebih murah daripada harus membayar charge overweight ke maskapai penerbangan. Berhubung pengiriman cargo paling lama 2 minggu, usahakan barang yang dicargo adalah barang yang tidak penting seperti baju kotor dan kain ihram. Sementara oleh-oleh sebaiknya dibagasikan agar bisa langsung didistribusikan sesampainya di tanah air. Jangan pefnah membawa air zam-zam ke dalam koper bagasi, karena nantinya tetap akan dibongkar dan anda akan diminta untuk meninggalkannya. Karena di sana semua air zam-zam yang masuk ke bagasi harus dibungkus 'safe wrap' dan diletakkan di luar koper.


3. Non aktifkan data service blackberry.
Bagi anda yang tidak ingin menggunakan fasilitas international roaming, sebaiknya non aktifkan data service anda sebelum take off pesawat. Karena sesaat setelah anda mendarat dan menyalakan blackberry, otomatis akan berlaku international roaming yang biayanya cukup besar. Bahkan beberapa provider mengenakan biaya Rp. 250.000 dan itu akan terpotong otomatis. Apabila ingin menggunakan blackberry di tanah suci, gunakan sim card lokal (mobily atau stc) untuk berlangganan BB selama seminggu. Para penjual simcard biasanya akan menunjukkan caranya kepada anda. Di sekitar masjidil haram dan nabawi akan banyak ditemukan penjual sim card dan pulsa, baik kaki lima maupun gerai resmi dari masing-masing provider.


4. Sambel dan Kecap
Duet maut ini setia menemani saya di perjalanan manapun ke negara manapun. Hehehe... Penyelamat rasa. Sebaiknya bawa yg sachet, agar bisa dibawa masuk ke pesawat. Selain terkadang makanan pesawat tidak familiar di lidah, sesaat setelah kita turun pesawat sering kali kita langsung mengunjungi restoran setempat dan tidak memungkinkan untuk membongkar bagasi hanya untuk sambal dan kecap. :)


5. Berangkatlah ke mesjid lebih awal
Di Madinah, saya menyiapkan waktu lebih lama untuk masuk ke mesjid. Hal ini dikarenakan di mesjid Nabawi pemeriksaan cukup ketat. Setiap wanita yang masuk akan diperiksa oleh para petugas di sana. Pemeriksaannya cukup memakan waktu. Berhubung handphone berkamera dilarang masuk, maka apabila anda tetap ingin membawa hp agar bisa berkomunikasi dengan teman atau pasangan anda carilah tempat penyimpanan yg tepat. hehehe... Tas? sudah pasti akan dibongkar. Di dalam bra selayaknya orang jaman dahulu? Wah, beberapa petugas dengan senang hati meraba anda. ;p Kalau saya? biasanya saya taruh di dalam kantong penyimpanan sepatu atau di dalam kaus kaki. Bebas dan lancarr... hehehe...


Di Mekah, saya lebih santai tiap datang ke masjidil Haram. Saya punya pintu Favorit, no. 91. Letaknya ada di dekat pintu utama King Abdul Aziz (pintu no. 1). Pintu 91 terletak di lantai 2. Tempatnya nyaman dan full AC. Sekalipun biasanya ada banyak jemaah yg memilih untuk sholat di depan pintu, biasanya saya tetap masuk ke dalam area sholat berkarpet. Karena pasti masih ada tempat yang tersisa. Namun orang terlalu malas untuk berusaha masuk dan mencari.
Waktu terbaik untuk melakukan thawaf sunnah adalah pada saat tahajud atau pagi sekitar jam 7. Selain sepi, udaranya cukup nyaman untuk kita melakukan thawaf dengan tenang. Berhati-hatilah dengan calobyang menawari anda untuk mencium hajar aswad. Tidak disarankan. Karena anda akan digiring ke hajar aswad dengan perjuangan yang tidak sebanding dengan penyiksaan yang akan anda lakukan ke orang-orang di sekitarnya.


Sebisa mungkin jangan sholat di luar mesjid. Apalagi kadang ada yg sholat berjamaah di dalam mal di pelataran mesjid namun mengikuti imam mesjid. Kalau kata ustadz, pahala sholat di masjidil haram adalah 100.000 kali pahala sholat di tempat lain. Kalau ikut berjamaahnya di emperan?? wallahualam, bisa saja pahalanya juga ikut ngemper.. ;p
Jauh-jauh dari tanah air, manfaatkanlah dengan beribadah sebanyak-banyaknya..


6. Tips belanja
Sebaiknya bawalah riyal dari tanah air karena akan jauh lebih memudahkan. Di Medinah mungkin ada banyak money changer di sekitar mesjid. Namun di Mekkah agak sulit menemukannya. Apabila terpaksa, mungkin anda bisa membawa dollar karena banyak toko di sana yang mau menerima dollar untuk pembayaran.
Belilah barang-barang yang sekiranya tidak ada di Indonesia. Karena pengalaman saya, barang elektronik, jam tangan, harganya sama atau bahkan lebih murah di Indonesia. Kecuali merk seperti kipling (kalau sedang sale 50% di bin Dawood), swatch dan ice. Sisanya rata-rata sama.


Oiya, Bin Dawood adalah supermarket serba ada terbesar di sana. Di Madinah ada di lantai bawah hotel movenpick, dan di Mekkah ada di mall Grand Zamzam yang letaknya tidak jauh dari mesjid. Tiap hari saya selalu berkunjung. Favorit saya dan suami adalah juice caesar yang rasanya eeeennaaaakkkk sekali. Well, u should give a try... :) Semua kebutuhan ada di sana. Popmie pun ada. Tapi sambel & kecap tetap tidak ada yang sama dengan yang ada di Indonesia.




Well, mungkin cuma itu yang bisa saya tuliskan. Mengenai rukun umrah dan haji, ritual ibadah dll, saat ini blm kapasitas saya untuk mengupas secara detail... :)


Semoga bermanfaat....!!!!

No comments:

Post a Comment